Hilirisasi sawit makin hari makin bejibun. Selain bioavtur yang sedang dikaji dan disosialisasikan, BBM campuran sawit 40 persen atau dikenal dengan B40 kini mulai diujicobakan pada kereta api. Bila berhasil, devisa yang bisa dihemat sangat lumayan.
Mulai minggu ketiga bulan Juli ini, B40 telah dicampur dengan solar untuk menggerakkan kereta api Bogowonto jurusan Yogyakarta ke Pasar Senen PP. Menurut CNBC Indonesia (23/07/24), kegiatan ujicoba yang dilakukan oleh Kementerian ESDM tersebut diharapkan menjadi solusi strategis guna mengurangi ketergantungan pada solar dan sekaligus mereduksi gas buang.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi menyatakan bahwa ujicoba ini dimaksudkan untuk melihat ketahanan genset KA Bogowonto selama 1200 jam yang diperkirakan akan memakan waktu hingga dua bulan kedepan, atau 50 kali pulang pergi. "Kami berharap semua uji penggunaan bisa selesai Desember ini sehingga penggunaan B40 secara penuh bisa dilakukan tahun 2025," kata Eniya.
Sebagaimana diketahui, biodiesel berbasis sawit sudah berhasil digunakan dalam berbagai jenis kendaraan. Beberapa tahun lalu, B40 sudah mulai digunakan pada industri mobil, kini uji coba berikutnya akan berfokus pada alat-alat pertanian dan juga perkeretaapian. Selanjutnya akan ada uji coba pada industri pertambangan dan alat berat, serta alat perkapalan dan pembangkit listrik, yang akan dimulai dalam waktu dekat di Balikpapan, Kalimantan Timur. Di sisi lain, bioavtur dari inti sawit juga telah berhasil dalam percobaan penerbangaan pesawat Garuda Indonesia dari Jakarta ke Solo.
Eniya menyebut, pada tahun 2023, penghematan devisa dari penggunaan B35 pada sektor otomotif dan non-otomotif mencapai Rp 122 triliun. Tahun ini diperkirakan angkanya juga sama. "Kalau tahun depan sudah beralih ke B40, penghematan bisa mencapai sekitar 9 miliar dollar AS (sekitar Rp 144 triliun)," tambahnya kepada CNBC Indonesia.
Menurut VP of Logistics PT KAI, Suryawan Putra Hia, perusahaan kereta api Indonesia saat ini telah mengonsumsi 300 juta liter bahan bakar B35. Dalam pengamatannya, performa mesin kereta tetap bekerja secara baik. Karenanya, pihaknya juga optimis percobaan B40 kali ini juga akan memberikan hasil yang positif. "Sejauh ini (penggunaan biodiesel untuk bahan bakar KA) no issue. Nanti mungkin yang B100 yang challenge banget dan kita optimis kalau B40 ini nggak akan berdampak signifikan pada mesin," jelasnya.
Lembaga pemikir kebijakan kelapa sawit IPOSS terus ikut mendukung aneka ujicoba pengggunaan bahan bakar berbasis sawit karena memang masih sangat banyak potensi yang dapat digali dari miracle crop ini. Untuk menunjang berbagai kebutuhan yang makin meningkat tersebut, sangat perlu intensifikasi lahan sawit sehingga hasil yang bisa dipetik bisa lebih maksimal.()