Isu tentang sawit tidak pernah usai. Terus bersambung seperti serial telenovela di televisi saja. Setelah cukup lama difitnah dengan deforestasi, belum lama ini minyak sawit juga dihubung-hubungkan dengan penyakit diabetes.
Penyakit kencing manis atau yang dikenal dengan nama diabetes merupakan penyakit yang banyak menjangkiti masyarakat sebagai akibat dari perubahan pola hidup khususnya makanan, selain faktor genetis. Seringkali masyarakat mengaitkan antara lemak, kegemukan dan diatebes.
Minyak goreng dari sawit misalnya, dipercaya sebagian orang, berpotensi mempengaruhi metabolisme gula darah. Padahal sejauh ini, sangat minim studi tentang hal tersebut baik yang dilakukan oleh ahli kesehatan maupun nutrisi. Kasus hubungan antara keduanya juga sangat jarang ditemukan.
Menurut penelitian Zulkiply sebagaimana ditulis dalam buku the Myths vs Facts, edisi keempat tahun 2023, hanya terdapat bukti yang bersifat minor yang menyebutkan bahwa mengonsumsi minyak goreng dari sawit berdampak pada apa yang disebut glucose metabolism biomarkers. Riset lain juga mengonfirmasi bahwa tidak ada pengganti yang lebih baik dari minyak goreng dari sawit dalam hal polyunsaturated fatty (asam lemak tak jenuh) untuk mengubah metabolisme glukosa.
Sementara itu, beberapa riset seperti yang dilakukan Odia (2015), Marangonil (2017) dan Genova (2018), justru menunjukkan bahwa konsumen minyak goreng dari sawit dalam kadar yang tidak berlebihan, tidak akan mengalami gejala diabetes, baik di kalangan orang dewasa atau kelompok anak-anak.
Penelitian lain, sebagaimana dilansir di laman Politeknik LPP Yogyakarta (2017), yang dilakukan sebelumnya oleh Sundram (2007), Peairs (2011) dan Filippou (2014), menemukan bahwa konsumsi minyak sawit tidak mempengaruhi laju pembuangan insulin maupun kadar glukosa darah. Bahkan, penurunan konsumsi minyak goreng dari sawit justru meningkatkan kasus diabetes (Bovet, 2009).
Jika demikian adanya, dapat disimpulkan bahwa konsumsi minyak goreng dari sawit justru dapat mencegah diabetes melalui peranannya dalam mempengaruhi sekresi insulin. Minyak sawit ternyata terbukti secara ilmiah dapat menghambat diabetes, dan bukan menjadi biang dari kencing manis. ()