Diam-diam burung hantu menjadi teman pekebun kelapa sawit. Jangan pernah anggap remeh peran binatang ini.
Banyak yang tidak mengira betapa besar sumbangsih burung hantu di perkebunan kelapa sawit. Bukan sekadar sumbangsih biasa, tetapi peran besar spesies burung tersebut yang mendukung tercapainya industri berkelanjutan (sustainable industry). Anda kurang yakin? Fakta berikut bisa jadi membuat Anda tercengang. Markibas, mari kita bahas.
Terdapat banyak jenis hama yang dapat mengancam produktivitas atau bahkan “nyawa” tanaman kelapa sawit. Mulai dari kutu putih, ulat, kumbang, hingga tikus. Dalam hal ini pekebun perlu melakukan pengendalian hama dengan cara yang efisien dan juga bijak. Para pekebun sedapat mungkin harus menggunakan cara pengendalian hama yang ramah terhadap lingkungan.
Khusus untuk mengatasi hama tikus, burung hantu menjadi solusi yang terbilang jitu. Bayangkan saja, hanya dengan sepasang burung hantu saja, terutama yang berjenis tyto alba, sudah mampu mengendalikan tikus pada luasan hingga 40-meter lahan.
[caption id="" align="aligncenter" width="554"]

Burung hantu berjenis tyto alba (dok. World Bird Sanctuary)[/caption]
Tyto alba memiliki kemampuan “superpower” bak Spiderman yang dapat mendengar suara tikus dalam radius 500 meter. Burung ini mampu terbang secara hening tidak mengeluarkan suara dengan daya jangkau sejauh 12 kilometer. Setiap ekor tyto alba dewasa (umur lebih dari 5 bulan) doyan melahap tikus 2-5 ekor per harinya.
Dengan kemampuan burung tersebut yang cukup dapat diandalkan, pekebun dapat menekan penggunaan pestisida dan beralih ke pemanfaatan predator alami. Penggunaan produk bahan kimia seperti pestisida akhirnya hanya sebagai alternatif terakhir di kala ledakan populasi hama terjadi.
Dalam pandangan IPOSS, sudah saatnya pengendalian hama di perkebunan kelapa sawit dilakukan secara terpadu. Predator alami seperti burung hantu dan beberapa jenis tanaman yang dapat melindungi kelapa sawit dari hama tentu memiliki dampak yang baik bagi lingkungan. Langkah ini akhirnya juga menjaga kesimbangan ekosistem.
Bagaimana mas Bro and Sis? Keren kan burung hantu itu.