Council of Palm Oil Producing Countries (CPOC) atau Dewan Negara-negara Penghasil Minyak Sawit meluncurkan Young Elais Ambassadors (YEAs) batch 2, Jumat (29/11/24). Organisasi antar pemerintah yang didirikan Indonesia dan Malaysia melalui YEAs itu ingin mendorong keterlibatan kaum muda untuk mempromosikan keberlanjutan dalam industri minyak sawit.
Dirangkum dari Instagram CPOPC, program YEAs diperuntukkan bagi pemuda-pemudi berusia 17 – 30 tahun dari negara produsen dan konsumen utama minyak kelapa sawit. Negara itu adalah Indonesia, Malaysia, Honduras, Colombia, Ghana, Papu New Guinea, Thailand, India, Tiongkok, Pakistan, Bangladesh, Inggris dan Amerika Serikat. Selain syarat umur dan kewarganegaraan, peserta YEAs juga diharuskan memiliki minimal 1000 pengikut di salah satu akun media sosial.
YEAs diharapkan dapat mematik keterlibatan kaum muda dalam mendorong praktik keberlanjutan di industri minyak sawit melalui kampanye digital dan kegiatan edukatif. Para duta sawit ini akan fokus pada penyebaran kesadaran melalui upaya daring dan luring, dengan kampanye yang mengangkat isu-isu utama seperti keberlanjutan lingkungan, kesehatan dan nutrisi, serta manfaat sosial-ekonomi dari minyak sawit.
Rizal Affandi Lukman, Sekjen CPOPC menyampaikan bahwa program YEAs sejalan dengan hasil kesepakatan antara Indonesia, Malaysia, dan Honduras untuk memperkuat kerja sama dengan strategi kolaboratif. “Duta-duta ini mengampanyekan bahwa tidak seperti itu, produk sawit yang dihasilkan mereka adalah sawit yang berkelanjutan,” jelasnya dikutip dari warta ekonomi (2/12/24).
Lusita, remaja asal Bangka Belitung yang terpilih sebagai salah satu duta YEAs batch 1 dari Indonesia mengungkapkan bahwa program ini membuka pandangannya tentang bagaimana minyak sawit berperan dalam mendukung perekonomian lokal dan keberlanjutan. Ia berfokus pada edukasi dan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya industri minyak sawit.
“Saya ingin mendorong generasi muda untuk lebih memahami pentingnya industri minyak sawit, baik untuk perekonomian maupun keberlanjutannya. Saya bangga dapat berbagi narasi positif tentang minyak sawit melalui media sosial saya,” jelas Lusita, dikutip dari elaeis.co (1/12/24).
YEAs boleh dibilang program bertaraf internasional yang cukup bergengsi bagi kaum muda yang ingin berkontribusi lebih terhadap kemajuan kelapa sawit global. Dari 25 finalis yang terseleksi pada tahap awal, nantinya di akhir ajang hanya akan terpilih empat orang pemenang sebagai duta sawit muda. Keempat pemenang akan mendapatkan pendanaan projek dengan total USD 26.000 atau sekitar Rp. 400 juta. Selain itu para pemenang juga akan berkesempatan untuk studi lapangan industri kelapa sawit yang ada di Indonesia dan Malaysia.
Sebagai informasi, pendaftaran program YEAs batch 2 ini akan ditutup pada 30 Juni 2025. Namun hingga saat ini belum diumumkan link pendaftarannya oleh pihak CPOPC. Tahun lalu CPOPC mengunggah pengumuman pendaftaran YEAs batch 1 melalui web resminya
cpopc.net, akun media sosial Instagram
@cpopc_net, dan TikTok
@cpopc. ()