Artikel ini mengkaji tantangan tata kelola aset perkebunan sawit yang dipercayakan kepada PT Agrinas Palma Nusantara, terutama ketika status hukum, kesiapan infrastruktur, kapasitas manajerial, relasi masyarakat, dan risiko lingkungan masih perlu dinormalisasi. Dengan metode telaah pustaka kualitatif naratif-integratif, studi ini memadukan literatur terbaru, Laporan Tahunan Agrinas 2025, pengungkapan korporasi 2026, serta surat edaran Juni 2026 terkait penghentian sementara SPK/KSO lokal. Hasilnya, artikel menawarkan kerangka Cooperation-Governance Fit and Additionality untuk menilai kesesuaian bentuk kerja sama, integritas mitra, pembagian risiko, transparansi operasi, serta nilai tambah. Implikasinya, kerja sama pengelolaan aset sawit negara perlu diperlakukan sebagai portofolio tata kelola, bukan sekadar kumpulan kontrak KSO.