Meningkatnya produksi publikasi ilmiah mendorong penggunaan Systematic Literature Review (SLR) sebagai metode sintesis bukti yang sistematis dan transparan. Namun, berbagai studi menunjukkan adanya inkonsistensi dalam praktik SLR. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis isu konseptual, metodologis, dan praktis dalam artikel berbasis SLR. Metode yang digunakan adalah SLR terhadap 41 artikel periode 2021–2025 dari basis data Scopus, melalui tahapan seleksi berbasis protokol PRISMA. Hasil menunjukkan enam isu utama, yaitu ambiguitas definisi SLR, ketidakkonsistenan protokol, kelemahan strategi pencarian, keterbatasan penilaian kualitas, variasi teknik ekstraksi dan sintesis data, serta hambatan praktis yang memengaruhi replikasi. Temuan ini menegaskan perlunya standardisasi metodologi, peningkatan transparansi, serta penguatan kapasitas penelitian guna mendukung tata kelola pengetahuan yang lebih kredibel dan berkelanjutan