Jurnal ini mengulas peran ganda crude palm oil (CPO) dalam ekonomi negara berkembang, terutama Indonesia dan Malaysia, sebagai penggerak pertumbuhan sekaligus sumber eksternalitas lingkungan. Melalui tinjauan kritis atas literatur 2000–2025 dari Scopus dan Web of Science, studi ini menunjukkan bahwa sawit berkontribusi besar terhadap PDB, ekspor, lapangan kerja, dan pembangunan pedesaan, termasuk bagi jutaan petani kecil. Namun, ekspansi sawit juga terkait dengan deforestasi, konversi gambut, emisi, kehilangan biodiversitas, dan konflik lahan. Kajian ini menyoroti bahwa manfaat ekonomi dan dampak ekologis tidak dapat dibaca terpisah karena keduanya terkait dalam rantai nilai global yang timpang. Implikasinya, tata kelola sawit perlu bergerak menuju pendekatan lanskap yang inklusif, memperkuat perlindungan lingkungan, menekan beban sertifikasi petani kecil, serta menyeimbangkan standar global dengan kebutuhan pembangunan negara produsen.