Penelitian ini membahas pentingnya peningkatan produktivitas industri kelapa sawit melalui penerapan sistem penilaian kualitas tandan buah segar (Fresh Fruit Bunch/FFB). Latar belakangnya adalah masih rendahnya tingkat ekstraksi minyak akibat praktik grading manual yang subjektif dan tidak konsisten. Studi ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan grading FFB, khususnya melalui teknologi kecerdasan buatan, dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur kualitatif terhadap publikasi ilmiah dan laporan teknis periode 2020–2026 dengan pendekatan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem grading otomatis berbasis computer vision dan deep learning mampu meningkatkan tingkat ekstraksi minyak sekitar 8–12% dengan akurasi klasifikasi lebih dari 95%. Namun, adopsi teknologi masih menghadapi hambatan biaya, kapasitas teknis, dan akses bagi petani kecil. Penelitian ini menekankan perlunya dukungan kebijakan, penguatan kapasitas petani, serta insentif teknologi dan pasar untuk mempercepat penerapan sistem grading yang mendukung produktivitas dan keberlanjutan sektor sawit.