Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan pemanfaatan biomassa lignoselulosa dalam ekonomi sirkular, khususnya limbah tandan kosong kelapa sawit (OPEFB) yang melimpah namun belum optimal dimanfaatkan. Studi ini bertujuan mensintesis perkembangan teknologi valorizasi berbasis enzimatik dan mikroba dalam kerangka biorefinery lignoselulosa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review berbasis PRISMA terhadap 34 artikel terindeks Scopus periode 2019–2026. Hasil menunjukkan bahwa pretreatment berperan penting dalam meningkatkan aksesibilitas enzim, diikuti hidrolisis enzimatik dan fermentasi mikroba yang mampu menghasilkan berbagai produk seperti bioetanol, asam organik, biopolimer, dan biogas dengan efisiensi tinggi. Integrasi proses biorefinery meningkatkan efisiensi sumber daya dan diversifikasi produk. Implikasinya, pengembangan sistem terintegrasi, inovasi enzim dan mikroba, serta evaluasi keberlanjutan diperlukan untuk mendorong tata kelola industri sawit yang lebih berkelanjutan.