Jurnal ini menelaah pentingnya brondolan kelapa sawit yang selama ini kerap dianggap sebagai isu teknis saat panen, padahal berpengaruh pada mutu minyak, efisiensi pabrik, pendapatan petani, dan tata kelola rantai pasok. Dengan metode narrative review atas literatur ilmiah terbaru sejak 2020, studi ini menunjukkan bahwa brondolan mengandung minyak bernilai, tetapi mudah menurun mutunya akibat keterlambatan pengumpulan, memar, interval panen yang panjang, serta pencampuran dengan TBS. Dampaknya terlihat pada peningkatan kadar asam lemak bebas dan penurunan kualitas CPO. Kajian ini menekankan perlunya pendekatan terpadu melalui panen lebih teratur, penanganan pascapanen yang lebih cepat, dukungan bagi petani kecil, insentif mutu, serta desain sertifikasi yang lebih inklusif. Dengan demikian, pengelolaan brondolan dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan petani, dan kredibilitas keberlanjutan sawit.