Penelitian ini mengkaji potensi Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis HEFA dalam kerangka ICAO CORSIA. Latar belakangnya adalah kebutuhan dekarbonisasi sektor penerbangan global yang bergantung pada bahan bakar cair, serta pentingnya penghitungan emisi siklus hidup (LCA) untuk klaim pengurangan emisi. Melalui pendekatan kualitatif berbasis telaah literatur dan dokumen kebijakan, studi ini memetakan peluang dan tantangan POME sebagai residu bernilai rendah emisi. Temuan menunjukkan bahwa pengakuan nilai emisi default 18,1 gCO₂e/MJ oleh ICAO memberi keunggulan akuntansi karbon dan peluang strategis bagi Indonesia sebagai pemasok SAF berbasis residu. Namun, tantangan utama mencakup variabilitas pasokan, integritas MRV, kesiapan infrastruktur HEFA, serta koordinasi kebijakan dan klasifikasi perdagangan. Implikasinya, keberhasilan skala POME-SAF sangat bergantung pada sistem ketertelusuran, sertifikasi, dan tata kelola yang kredibel.