Penelitian ini menelaah potensi used cooking oil (UCO) atau minyak jelantah sebagai bahan baku sustainable aviation fuel (SAF) di tengah meningkatnya tekanan global untuk menurunkan emisi sektor penerbangan. Studi ini bertujuan mengkaji kelayakan teknologi, dampak lingkungan, aspek ekonomi, kebijakan, serta tantangan logistik dalam pemanfaatan UCO sebagai sumber energi terbarukan bagi bahan bakar pesawat. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA terhadap 36 artikel ilmiah periode 2023–2025 dari basis data ScienceDirect. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi konversi seperti Hydroprocessed Esters and Fatty Acids (HEFA) telah mencapai tingkat kesiapan tinggi dan mampu menghasilkan SAF dengan pengurangan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 60–90% dibanding bahan bakar jet konvensional. Secara ekonomi, UCO memiliki potensi kompetitif terutama jika didukung insentif kebijakan, meskipun masih menghadapi tantangan biaya produksi dan keterbatasan pasokan bahan baku. Temuan ini menegaskan bahwa UCO dapat menjadi solusi transisi energi dalam dekarbonisasi sektor penerbangan, dengan syarat adanya penguatan kebijakan, sistem pengumpulan limbah yang efisien, serta harmonisasi regulasi internasional.