Jurnal ini membahas peningkatan produktivitas sawit melalui integrasi rekayasa genomik dan kultur jaringan untuk menghasilkan klon unggul berdaya hasil tinggi. Berangkat dari keterbatasan pemuliaan konvensional yang membutuhkan waktu panjang, studi ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah mengenai peran teknologi genomik, seleksi molekuler, dan propagasi in vitro dalam mempercepat perbaikan sifat tanaman. Dengan metode systematic literature review berbasis PRISMA, kajian ini menyeleksi 33 artikel terbuka berbahasa Inggris dari Scopus periode 2021–2026. Temuan menunjukkan bahwa kombinasi seleksi berbasis genom dan kultur jaringan dapat meningkatkan potensi hasil, stabilitas genetik, keseragaman tanaman, serta kinerja agronomis klon sawit. Implikasinya, inovasi bioteknologi menjadi penting untuk mendorong produktivitas tanpa ekspansi lahan, meski tetap membutuhkan uji lapang jangka panjang dan standar mutu yang kuat.