Jurnal ini mengkaji dimensi geopolitik dalam perdagangan global crude palm oil (CPO), terutama ketika pasar sawit tidak lagi hanya ditentukan oleh efisiensi produksi, tetapi juga oleh kebijakan dagang, regulasi lingkungan, dan strategi negara. Melalui qualitative literature review atas publikasi Scopus dan Web of Science periode 2000–2026, studi ini menyoroti empat isu utama: dinamika pasar minyak nabati, instrumen tarif dan non-tarif, persaingan substitusi dengan minyak nabati lain, serta narasi sawit sebagai komoditas strategis. Temuan menunjukkan bahwa kebijakan seperti tarif impor India, mandat biodiesel Indonesia, EUDR, serta sertifikasi RSPO dan ISPO berpengaruh langsung terhadap akses pasar, rantai pasok, dan posisi petani kecil. Implikasinya, negara produsen perlu memperkuat hilirisasi, diversifikasi pasar Selatan–Selatan, diplomasi dagang, dan tata kelola keberlanjutan yang lebih inklusif agar daya saing sawit tetap terjaga.