Jurnal ini mengkaji pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61% secara tahunan, tetapi turun 0,77% dibanding kuartal sebelumnya. Melalui tinjauan literatur kualitatif terhadap data resmi BPS, kajian sektoral, serta studi terbaru tentang kualitas pertumbuhan, fiskal, informalitas, dan risiko geopolitik, artikel ini menilai bahwa ekspansi tersebut ditopang konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, serta kontribusi sektor manufaktur, perdagangan, pertanian, dan konstruksi. Namun, pertumbuhan juga dipengaruhi faktor musiman, stimulus fiskal, dan pelemahan ekspor neto. Studi ini menyimpulkan bahwa pertumbuhan Indonesia pada awal 2026 relatif kuat dalam jangka pendek, tetapi keberlanjutan dan pemerataan manfaatnya masih bergantung pada kualitas investasi, penciptaan kerja formal, daya beli riil, serta pemerataan ekonomi antarwilayah.