Penelitian ini mengkaji kompleksitas sistem produksi kelapa sawit terintegrasi yang menghubungkan kegiatan hulu hingga hilir di tengah tuntutan keberlanjutan global. Studi ini bertujuan menganalisis bagaimana integrasi vertikal, koordinasi horizontal, serta integrasi kelapa sawit–ternak berinteraksi dengan tata kelola rantai pasok, kapasitas ekologi, dan profitabilitas ekonomi, sekaligus menilai posisi petani kecil dalam sistem tersebut. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur kualitatif terhadap publikasi ilmiah dan laporan kebijakan periode 2020–2025, dengan pendekatan sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola, tantangan, dan peluang integrasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem terintegrasi—termasuk integrasi ternak–tanaman dan industrialisasi hilir—berpotensi meningkatkan efisiensi, mengurangi ketergantungan bahan kimia, serta memperluas nilai tambah ekonomi. Namun, fragmentasi tata kelola sertifikasi, ketimpangan distribusi nilai, dan keterbatasan dukungan bagi petani kecil masih menjadi hambatan utama. Penelitian ini menekankan pentingnya harmonisasi kebijakan, penguatan kelembagaan petani, serta pendekatan integrasi lanskap untuk menyeimbangkan produktivitas ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan.