Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya konservasi tanah dan air dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang menghadapi risiko erosi, limpasan, dan degradasi lahan, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi dan topografi kompleks. Studi ini bertujuan mensintesis berbagai praktik konservasi untuk memahami efektivitas dan interaksinya dalam sistem perkebunan. Metode yang digunakan adalah systematic literature review berbasis PRISMA terhadap 36 studi ilmiah periode 2020–2025. Hasil menunjukkan bahwa praktik struktural, vegetatif, dan berbasis lanskap umumnya mampu meningkatkan stabilitas tanah dan pengelolaan air, meskipun efektivitasnya sangat bergantung pada kondisi lokasi, desain, dan pemeliharaan. Tidak ada satu metode yang dominan, sehingga pendekatan terintegrasi dinilai lebih relevan. Implikasinya, pengelolaan sawit berkelanjutan memerlukan strategi konservasi yang bersifat kontekstual dan bertingkat, bukan pendekatan seragam, serta didukung perencanaan, monitoring, dan kebijakan berbasis bukti untuk meningkatkan efektivitas jangka panjang.