Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya komplikasi pascaoperasi akibat rendahnya kapasitas fisiologis, status gizi, dan kesiapan psikologis pasien sebelum tindakan bedah . Studi ini bertujuan mensintesis bukti terkait implementasi dan efektivitas prehabilitasi multimodal—yang mengintegrasikan nutrisi, latihan fisik, dan dukungan psikologis—dalam meningkatkan luaran pascaoperasi di berbagai spesialisasi bedah. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review berbasis PRISMA terhadap 35 artikel Scopus (2020–2026). Hasil menunjukkan bahwa intervensi multimodal secara konsisten menurunkan komplikasi, mempercepat pemulihan fungsional, serta mempersingkat lama rawat inap, terutama jika diterapkan secara terstruktur, multidisipliner, dan terintegrasi. Implikasinya, prehabilitasi perlu diadopsi dalam tata kelola layanan bedah sebagai strategi preventif berbasis sistem untuk meningkatkan kualitas perawatan dan efisiensi layanan kesehatan.