Artikel ini menelaah prospek sektor sawit Indonesia pada kuartal III 2026 ketika perluasan biodiesel, tekanan ketertelusuran, dan risiko iklim bergerak bersamaan. Tujuannya adalah mensintesis bukti kebijakan dan pasar untuk membaca arah produksi, konsumsi domestik, ekspor, harga, tata kelola, dan keberlanjutan. Dengan metode telaah pustaka kualitatif atas studi ilmiah, statistik resmi, laporan industri, dan dokumen kebijakan terutama sejak 2020, artikel ini menemukan bahwa pasar sawit Indonesia memasuki periode yang konstruktif tetapi ketat. B50 memperkuat serapan domestik, harga tetap relatif kuat, namun ruang pasokan dibatasi oleh tanaman tua, lambatnya peremajaan, kesenjangan produktivitas pekebun, legalitas dan traceability yang belum merata, serta risiko El Niño. Implikasinya, daya saing sawit perlu dibangun melalui peningkatan produktivitas, dukungan pekebun, sertifikasi, legalitas, ketertelusuran, dan ketahanan iklim yang lebih terkoordinasi.