Jurnal ini membahas posisi strategis industri kelapa sawit Indonesia pada 2026 di tengah pemulihan ekonomi, mandat B50, dan tekanan keberlanjutan global. Studi bertujuan menganalisis tantangan serta peluang transformasi dari hulu ke hilir. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur kualitatif dengan pendekatan rantai nilai dan analisis kebijakan. Hasil menunjukkan adanya kesenjangan produktivitas petani kecil, risiko tata kelola lahan, serta dilema pangan–energi–ekspor. Industrialisasi hilir dan sertifikasi keberlanjutan dinilai sebagai kunci peningkatan nilai tambah dan daya saing. Implikasinya, dibutuhkan kebijakan adaptif, penguatan hilirisasi, dan inklusi petani kecil untuk menopang pertumbuhan berkelanjutan