Artikel ini membahas peran penting petani kelapa sawit swadaya dalam perekonomian Indonesia serta kerentanannya terhadap guncangan pasar dan kebijakan. Penelitian bertujuan mengkaji bagaimana petani menghadapi volatilitas harga, perubahan regulasi domestik, dan tuntutan global seperti EUDR. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur kualitatif terhadap studi terbaru sejak 2020 dengan pendekatan Sustainable Livelihoods. Hasil menunjukkan tiga strategi utama: absorptif (menahan dampak jangka pendek), adaptif (diversifikasi dan penyesuaian praktik), dan transformatif (kolektif, sertifikasi, replanting). Ketahanan petani dipengaruhi oleh akses terhadap aset, legalitas lahan, dan dukungan kebijakan. Studi ini menekankan pentingnya reformasi kebijakan, inklusivitas, dan dukungan institusional untuk mendorong keberlanjutan sektor sawit.