Jurnal ini meninjau potensi tokotrienol turunan minyak sawit, khususnya tocotrienol-rich fraction (TRF), sebagai agen neuroprotektif pada gangguan neurodegeneratif dan neurovaskular seperti Alzheimer, Parkinson, demensia vaskular, retinopati diabetik, neuropati diabetik, dan stroke. Melalui mini review atas studi mekanistik, praklinis, dan data klinis awal, kajian ini menunjukkan bahwa tokotrienol sawit bekerja melalui jalur antioksidan, antiinflamasi, perlindungan mitokondria, antiapoptosis, serta dukungan fungsi neurovaskular. Bukti terkuat masih berasal dari model praklinis, sementara data manusia mulai muncul terutama pada komplikasi diabetik dan serebrovaskular. Implikasinya, tokotrienol sawit memiliki prospek sebagai kandidat nutraseutikal pendukung kesehatan saraf, tetapi masih memerlukan uji klinis besar dengan formulasi standar dan parameter neurologis yang kuat sebelum digunakan rutin.