Jurnal ini mengkaji potensi minyak inti sawit (Palm Kernel Oil/PKO) dalam penyembuhan luka dan perbaikan kulit di tengah tingginya beban global luka serta keterbatasan akses terapi modern, khususnya di negara berkembang. Tujuannya adalah mensintesis bukti praklinis dan pengetahuan etnofarmakologi terkait efektivitas PKO. Metode yang digunakan berupa tinjauan literatur naratif dari berbagai studi in vitro, in vivo, dan praktik tradisional. Hasil menunjukkan bahwa kandungan bioaktif PKO—seperti asam laurat, tokotrienol, fitosterol, dan skualen—memiliki sifat antimikroba, antiinflamasi, antioksidan, serta mendukung regenerasi jaringan, yang secara signifikan mempercepat penutupan luka dan memperbaiki struktur kulit pada model hewan. Bukti tradisional juga sejalan dengan temuan ilmiah. Namun, keterbatasan berupa kurangnya standarisasi dan uji klinis manusia masih menjadi celah riset. Secara kebijakan, PKO berpotensi menjadi solusi perawatan luka yang terjangkau, berkelanjutan, dan relevan bagi sistem kesehatan di wilayah berdaya terbatas.