Artikel ini meninjau potensi senyawa bioaktif minyak sawit dalam mendukung fungsi imun dan terapi imun. Latar belakangnya adalah meningkatnya perhatian pada hubungan antara nutrisi, inflamasi, dan respons imunoterapi, sementara bukti tentang peran tokotrienol, karotenoid, dan fenolik sawit masih tersebar. Penelitian menggunakan Systematic Literature Review berbasis PRISMA terhadap 29 artikel Scopus periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa senyawa bioaktif sawit berpotensi meningkatkan proliferasi sel T, aktivitas sel NK, pematangan sel dendritik, kapasitas antioksidan, serta regulasi jalur inflamasi. Temuan ini membuka peluang minyak sawit sebagai pendamping fungsional dalam imunoterapi, namun masih diperlukan riset klinis jangka panjang, optimasi dosis, dan validasi mekanistik pada manusia.