Konsumsi minyak sawit masih menjadi perdebatan dalam kesehatan kardiovaskular karena posisinya sebagai minyak nabati paling banyak digunakan di dunia sekaligus sumber lemak jenuh, terutama asam palmitat. Kajian literatur kualitatif ini menelaah artikel ilmiah dari PubMed, Scopus, dan Google Scholar untuk memahami hubungan konsumsi minyak sawit dengan profil lipid, risiko aterosklerosis, tekanan darah, fungsi endotel, dan penyakit jantung koroner. Hasil telaah menunjukkan bahwa konsumsi berlebihan, terutama bersama pola makan tinggi lemak jenuh atau melalui minyak yang dipanaskan berulang, berkaitan dengan peningkatan LDL dan risiko vaskular. Namun, konsumsi moderat dalam pola makan seimbang kaya serat tidak selalu meningkatkan risiko secara bermakna. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan gizi yang menekankan pembatasan lemak jenuh, pengurangan penggunaan minyak jelantah, dan substitusi dengan minyak tak jenuh untuk mendukung kesehatan publik.