Penyakit Alzheimer dan penurunan kognitif berkembang melalui interaksi stres oksidatif, neuroinflamasi, penumpukan amiloid-beta, gangguan mitokondria, dan kerusakan saraf. Studi ini menilai potensi tokotrienol asal sawit sebagai senyawa neuroprotektif melalui tinjauan sistematis terhadap 30 artikel terbitan 2018–2026 dari Scopus dan PubMed. Hasilnya menunjukkan bahwa tokotrienol sawit dapat menekan radikal bebas dan peradangan saraf, mengurangi toksisitas amiloid-beta, menjaga fungsi mitokondria, serta memperbaiki kinerja kognitif. Temuan ini mendukung pengembangan tokotrienol sawit sebagai kandidat intervensi multifungsi, tetapi penerapannya masih memerlukan uji klinis berskala besar, standardisasi dosis, serta evaluasi keamanan dan efektivitas jangka panjang.