Jurnal ini membahas bagaimana struktur trigliserida minyak sawit memengaruhi metabolisme lipid setelah makan. Latar belakangnya adalah meningkatnya perhatian pada kualitas lemak pangan, tidak hanya jumlah asupan lemak, tetapi juga posisi asam lemak dalam molekul trigliserida. Studi ini menggunakan systematic literature review berbasis PRISMA dengan pencarian Scopus, menyaring 939 publikasi hingga diperoleh 41 studi untuk sintesis kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa konfigurasi khas minyak sawit—asam lemak jenuh lebih banyak di posisi sn-1/sn-3 dan oleat di sn-2—berperan dalam proses pencernaan, penyerapan, pembentukan kilomikron, dan respons lipid postprandial. Namun, perbedaan respons dibanding lemak lain umumnya bersifat kontekstual dan dipengaruhi komposisi makanan, desain studi, serta kondisi metabolik individu. Implikasinya, penilaian kesehatan minyak sawit perlu berbasis bukti mekanistik dan studi manusia yang lebih terstandar.