Jurnal ini membahas potensi pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi input, dan keberlanjutan pada perkebunan sawit rakyat. Melalui telaah literatur kualitatif atas studi terbaru, kajian ini menilai hambatan dan prasyarat penerapan teknologi seperti penginderaan jauh, drone, machine learning, pencatatan digital kebun, dan pemupukan presisi. Temuan menunjukkan bahwa adopsi di tingkat petani kecil masih terkendala biaya tinggi, keterbatasan data kebun, lahan yang terfragmentasi, literasi digital rendah, konektivitas lemah, akses pembiayaan terbatas, serta lemahnya layanan penyuluhan. Implikasinya, transformasi digital sawit rakyat perlu dilakukan secara bertahap melalui koperasi, layanan bersama, pendanaan inklusif, tata kelola data yang adil, serta integrasi dengan sertifikasi dan traceability agar manfaat teknologi tidak hanya dinikmati perkebunan besar.