Jurnal ini menelaah potensi nanocellulose berbasis serat kelapa sawit sebagai biomaterial berkelanjutan untuk aplikasi biomedis, terutama penghantaran obat, rekayasa jaringan, dan penyembuhan luka. Dengan metode systematic literature review berbasis PRISMA, studi ini menyaring 1.060 publikasi awal dari Scopus menjadi 35 studi relevan periode 2019–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa nanocellulose dari biomassa sawit memiliki kekuatan struktur, biokompatibilitas, luas permukaan tinggi, serta sifat kimia yang mudah dimodifikasi. Material ini dinilai menjanjikan untuk pelepasan obat terkontrol, scaffold jaringan, dan balutan luka, terutama melalui modifikasi permukaan dan pembentukan komposit. Namun, riset lanjutan masih diperlukan untuk menstandarkan metode ekstraksi, memperkuat uji aplikasi, dan meningkatkan konsistensi evaluasi agar inovasi biomaterial sawit lebih siap dikembangkan.