Jurnal ini membahas kebangkitan kembali kapitalisme negara di tengah fragmentasi geoekonomi, kebijakan industri, dan transisi hijau. Artikel ini bertujuan menjelaskan kapitalisme negara bukan sebagai penyimpangan dari kapitalisme, melainkan sebagai spektrum strategi tata kelola ekonomi melalui BUMN, bank pembangunan, dana kedaulatan, kepemilikan campuran, dan investasi lintas negara. Dengan metode tinjauan literatur kualitatif atas kajian 2020–2026, studi ini menemukan bahwa efektivitas kapitalisme negara sangat bergantung pada kualitas institusi, kejelasan mandat, disiplin tata kelola, dan akuntabilitas. Instrumen negara dapat mendorong transformasi struktural, inovasi, dan investasi jangka panjang, tetapi juga berisiko memicu alokasi modal politis, tata kelola buram, dan ketegangan geopolitik bila pengawasan lemah. Implikasinya, peran negara perlu dilembagakan secara transparan dan terukur agar mendukung pembangunan berkelanjutan.