Jurnal ini mengkaji pendekatan lanskap berkelanjutan untuk rekonstruksi pascabanjir bandang Sumatra 2025, yang menimbulkan korban jiwa besar, kerusakan rumah, dan kerugian ekonomi signifikan. Melalui tinjauan literatur kualitatif atas 85 sumber periode 2020–2026, studi ini menilai bahwa bencana tidak hanya dipicu faktor cuaca, tetapi juga degradasi hulu DAS, deforestasi, lemahnya tata ruang, dan konversi kawasan lindung. Kajian ini menekankan perlunya rekonstruksi yang tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi mengintegrasikan prinsip Build Back Better, Nature-based Solutions, restorasi ekosistem, agroforestri, partisipasi masyarakat, serta tata kelola multipihak. Implikasinya, pemulihan Sumatra perlu diarahkan pada restorasi hutan hulu, zonasi berbasis risiko, penguatan penghidupan lokal, dan pembiayaan inovatif agar rekonstruksi menjadi momentum membangun ketahanan ekologis dan sosial jangka panjang.