Perkembangan pertanian presisi mendorong pemanfaatan teknologi robotika kawanan (swarm robotics) untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional. Namun, tantangan utama terletak pada koordinasi dan skalabilitas sistem dalam lingkungan pertanian yang dinamis. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi untuk mengatasi kendala tersebut melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA terhadap 36 artikel ilmiah periode 2021–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa model koordinasi terdesentralisasi, algoritma berbasis biologis, serta pendekatan hibrida menjadi kunci dalam meningkatkan kinerja dan efisiensi sistem. Meski demikian, implementasi di lapangan masih terbatas akibat kendala komunikasi, energi, dan integrasi data. Oleh karena itu, penguatan infrastruktur digital dan standar sistem menjadi penting untuk mendukung adopsi teknologi ini dalam tata kelola pertanian yang lebih berkelanjutan.