Artikel ini dilatarbelakangi meningkatnya tekanan global terhadap kehilangan biodiversitas akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit, serta kebutuhan mengintegrasikan konservasi dalam lanskap produksi. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah mengenai kontribusi pengelolaan High Conservation Value (HCV) terhadap konservasi biodiversitas, restorasi habitat, dan penciptaan pekerjaan berbasis konservasi. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review terhadap 34 artikel ilmiah periode 2019–2026 melalui pendekatan PRISMA. Hasil menunjukkan bahwa HCV berperan sebagai refugia biodiversitas, meningkatkan pemulihan ekosistem secara bertahap, serta mendorong munculnya green jobs seperti monitoring, restorasi, dan manajemen lingkungan. Implikasinya, HCV menjadi instrumen tata kelola yang mengintegrasikan tujuan ekologis dan sosial-ekonomi, sekaligus mendukung praktik perkebunan yang lebih berkelanjutan dan inklusif.