Upaya mendorong hilirisasi kelapa sawit terus dilakukan. Produk hilir yang selama ini hanya terkait dengan turunan minyak kelapa sawit (CPO) kini mulai dikembangkan dari produk sampingnya (
by product). Hasilnya cukup menggembirakan. Produk samping seperti tandan kosong yang merupakan seperlima dari TBS memiliki potensi luar biasa untuk industri biomaterial dan tekstil.
Demikian kesimpulan yang bisa diambil dari Seminar Nasional dan Fashion Show yang dihelat oleh Pusat Studi Sawit Institut Pertanian Bogor (Pusdi Sawit IPB), bertajuk “Kelapa Sawit untuk Industri Biomaterial dan Tekstil” pada Senin, 30 September 2024 di IPB Internasional Convention Center Bogor. Seminar dihadiri dua ratusan peserta yang terdiri dari para akademisi Perguruan Tinggi, Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Praktisi industri manufaktur, BUMN,
start-up company, mahasiswa, kelompok tani, BUMDES, lembaga pemberdayaan masyarakat di lingkar desa perkebunan sawit.

Dalam kesempatan itu, Prof. Dr. Budi Mulyanto, M.Sc., selaku Kepala Pusdi Sawit IPB berharap seminar dapat menjadi sarana penghubung antara lembaga riset seperti Pusdi Sawit dengan industri-industri hilirisasi. Keterlibatan antara dunia riset dan industri hilir bisa menjadi solusi atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi industri kelapa sawit. Seminar Nasional Kelapa Sawit ini merupakan kegiatan tahunan yang dihelat Pusdi Sawit secara tematik.
“Selama ini kita hanya memberikan makna kepada CPO saja, dan produk turunannya. Sementara produk non-CPO yang kita sebut dengan limbah atau
by product belum mendapat perhatian yang optimal, padahal memiliki banyak kegunaan. Produk hilirisasi yang saat ini dikatakan sebanyak 160-an itu belum mencakup
by product sawit. Seperti tandan kosong (tankos) hanya menjadi
waste yang dikembalikan ke kebun sebagai pupuk, padahal tankos ini masih memiliki banyak
value lain yang mesti kita riset.
Value-value itulah yang kita diskusikan hari ini,” ungkap Budi Mulyanto.
Diantara produk dari biomaterial sawit yang sudah diciptakan IPB antara lain sandal, baju, tas, dompet, baju dan aneka bahan benang. Berbagai produk fashion bisa kita turunkan dari
by product sawit ini. Riset mengenai pemanfaatan serat tankos perlu terus dilakukan untuk dapat dikembangkan sebagai bahan anti peluru yang dapat diaplikasikan di berbagai perlengkapan militer yang selama ini diimpor dari luar negeri.

Peneliti sekaligus inovator Pusdi Sawit IPB, Dr. Siti Nikmatin, S.Si., M.Si., menjelaskan setiap tahunnya Pusdi Sawit IPB akan selalu menggelar seminar semacam ini yang merupakan kesempatan bagi para peneliti dan industri untuk mendiskusikan hasil-hasil penelitian pengembangan sawit. Seminar juga diharapkan dapat memotivasi para mahasiswa dan generasi muda lainnya untuk tidak mengenal kata berhenti dalam berkarya dan berinovasi. Produk-produk yang dipamerkan dalam fashion show sawit tersebut juga dimaknai oleh Siti Nikmatin sebagai pembuktian bahwa produk kelapa sawit itu benar-benar
sustainable dan bukan hanya CPO saja.
Seminar dibagi menjadi dua sesi dengan empat orang narasumber di setiap sesinya. Narasumber pada sesi satu antara lain perwakilan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD dan PT Perkebunan Nusantara. Sementara narasumber kedua diantaranya adalah perwakilan dari Balai Besar Selulosa, Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). ()