Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto dalam pidato perdananya menyebutkan kelapa sawit pada urutan pertama sebagai tanaman harapan masa depan. Dalam kabinetnya, Prabowo juga secara khusus membentuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang sebelumnya hanya Kementerian Investasi/BKPM. Jika dimaknai secara sederhana, tampaknya di era Prabowo industri kelapa sawit akan semakin naik daun.
“Kita dikarunia oleh Tuhan Maha Besar, tanaman-tanaman yang membuat kita bisa tidak tergantung dengan bangsa lain. Tanaman seperti kelapa sawit bisa menghasilkan solar dan bensin,” ungkap Prabowo berapi-api.
Kelapa sawit secara jelas disebut oleh Presiden sebagai tanaman berkelanjutan yang dapat diandalkan di saat negara kesulitan mendapatkan sumber energi fosil. Selain bermakna bahwa sawit merupakan penolong bagi bangsa Indonesia, dari ucapan itu tampak jelas perhatian besar pemerintahan baru terhadap kelapa sawit. Semakin diprioritaskan, kebermanfaatan dari miracle crop ini juga akan semakin melebar.
Tingginya harapan pemerintah terhadap sawit memang hal yang wajar. Kelapa sawit sejauh ini adalah komoditas perkebunan yang kontribusinya paling besar. Menurut data Kementerian Perindustrian 2023, telah tercipta produk hilir dari sawit sebanyak 179 jenis. Dari ragam produk itu industri sawit menjadi penyumbang jumbo APBN 2023 sebesar Rp 88 triliun yang terdiri dari sektor pajak 50,2 triliun, PNBP Rp 32,4 triliun, dan bea keluar sebesar Rp 6,1 triliun (Data Kemenkeu). Sementara itu, GAPKI mengklaim, hilirisasi sawit di Indonesia telah mencapai angka 200 produk.
Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang dilantik Prabowo pada Senin 21 Oktober lalu, sebagaimana dikutip dari IDX Channel (21/10/2024) mengaku, bahwa kementeriannya akan memprioritaskan program hilirisasi. Bukan hanya hilirisasi pada sektor pertambangan saja, tetapi juga pada sektor perkebunan dan perikanan. Mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat tersebut mengatakan untuk menggenjot hilirisasi nasional diperlukan kolaborasi dengan banyak kementerian.
"Ini adalah tugas yang cukup besar yang diamanatkan kepada saya dan intinya adalah arahannya supaya lebih banyak hiliriasi yang dijalankan tidak hanya dipertambangan saja dan supaya ada nilai tambahnya itu kita yang menikmati dan ujungnya adalah bagaimana peningkatan lapangan pekerjaan bisa terus tercipta. Jadi intinya seperti itu," ungkap Rosan.
Dengan langkah-langkah strategis yang diambil oleh pemerintah, terutama melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Indonesia akan lebih siap untuk memanfaatkan potensi penuh dari kelapa sawit sebagai salah satu komoditas unggulan. Selain mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil, upaya hilirisasi ini diharapkan membawa dampak positif pada perekonomian nasional, menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. ()