
Semakin hari semakin banyak orang membicarakan tentang sawit. Tumbuhan yang berasal dari Afrika ini justru memberikan banyak manfaat bagi bangsa Indonesia. Kini hilirisasinya sudah hampir mencapai 200-an jenis. Untuk memperkenalkan lebih dalam lagi tentang sawit, buku “Sawit, Anugerah yang Perlu Diperjuangkan” besutan periset IPOSS diluncurkan.
Ide buku ini sendiri berasal dari Dr. Darmin Nasution, salah seorang pendiri dan juga Ketua Dewan Pengawas (Dewas) IPOSS. Pengalamannya yang panjang dalam bidang sawit baik langsung ataupun ketika menjabat sering diungkapkan dalam berbagai pertemuan. Mutiara-mutiara pengalaman itulah yang kemudian dijadikan rujukan untuk dikemas oleh para periset IPOSS sehingga menjadi buku yang tidak terlalu berat.
Secara umum, buku menjelaskan bagaimana perkembangan serta tantangan yang dihadapi industri kelapa sawit Indonesia dari masa ke masa sambil menguraikan perkembangan sejarah kelapa sawit secara lengkap disertai dengan data-data angka. Sejarah kelapa sawit dari mulai masuk ke Indonesia, periode pengambangan awal, pertumbuhan luas lahan sawit, sampai menjadi produk ekspor dan booming di Indonesia dituangkan secara ringan dan jelas sehingga mudah dipahami.
Informasi tentang perdagangan komoditas kelapa sawit serta persaingannya dengan komoditas minyak nabati lainnya juga diungkap dengan data yang lumayan rinci. Dengan demikian pembaca tidak hanya mendapatkan kesimpulan-kesimpulan yang berupa argumentasi, namun juga dapat memahami dinamika angkanya melalui tabel-tabel, diagram, serta grafik yang ada di dalam buku.
Substansi semakin kuat khususnya mengenai tantangan-tantangan serius yang dihadapi industri tersebut serta bagaimana hal itu dapat ditangani dengan tepat. Lagi-lagi, dengan penyampaian yang lugas disertai data, informasi tentang problematika kelapa sawit dari waktu ke waktu yang sebetulnya rumit menjadi mudah untuk dicerna, bahkan bagi pembaca pemula tentang industri kelapa sawit sekali pun.
Buku yang baru diluncurkan pada 5 September lalu ini menggarisbawahi peran signifikan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Dijelaskan secara detail bagaimana langkah-langkah yang dilakukan BPDPKS dalam menyelamatkan industri kelapa sawit yang sempat goyah pada periode 2011-2015. Berkat kebijakan-kebijakan BPDPKS yang didirikan tahun 2015, industri sawit Indonesia bisa bangkit dan menorehkan prestasinya sebagai satu-satunya komoditas perkebunan yang menjadi penopang utama ekonomi perekonomian bangsa.
Pada bab terakhir, pembaca akan menangkap pesan utama yang disampaikan yaitu mengajak berbagai pihak untuk sama-sama memperjuangkan industri kelapa sawit. Meskipun buku ini banyak menyampaikan perkembangan-perkembangan positif industri kelapa sawit, tetapi di saat yang sama juga menegaskan bahwa beberapa permasalahan perlu menjadi perhatian serius karena sangat menentukan keberlangsungan sawit. Bila tidak, bukan mustahil industri ini akan redup seperti komoditas lainnya yaitu teh dan karet yang dahulu menjadi primadona negeri ini.
Bagi kami yang berada di IPOSS, setiap meeting dengan Dewan Pengawas layaknya kuliah di bangku universitas. Teori dan pengalaman tentang kebijiakan mengenai sawit yang ditularkan oleh para anggota Dewas, seperti Dr. Darmin Nasution, terus memiliki relevansinya bagi kemajuan ekonomi nasional. Itulah mengapa tahun depan, berdasarkan asupan Dewas, IPOSS akan kembali menelorkan beberapa buku tentang sawit, antara lain untuk meningkatkan khazanah pemahaman masyarakat.