
Industri sawit Indonesia tengah memasuki fase baru ketika agenda hilirisasi, energi, dan keberlanjutan bergerak semakin bersamaan. Peningkatan kebutuhan CPO untuk biodiesel, pangan, oleokimia, dan ekspor menuntut pengelolaan neraca sawit yang lebih hati-hati agar hilirisasi tidak berubah menjadi kompetisi bahan baku. Di sisi lain, tekanan harga TBS menunjukkan bahwa petani masih menjadi mata rantai paling rentan ketika pasar terganggu, sementara peluang SAF global membuka ruang baru bagi feedstock sawit seperti POME oil dan Oil Palm Trunk. IPOSS Insights edisi ketujuh belas membahas arah baru industri sawit Indonesia dalam memperkuat nilai tambah, menjaga keseimbangan pasokan, dan membangun daya saing yang lebih berkelanjutan.