Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya beban penyakit kardiovaskular global serta perdebatan mengenai dampak konsumsi minyak sawit yang luas digunakan dalam sistem pangan. Studi ini bertujuan mengevaluasi secara komprehensif hubungan konsumsi minyak sawit dengan kesehatan kardiovaskular, khususnya terkait profil lipid, inflamasi, dan risiko penyakit. Metode yang digunakan adalah systematic literature review berbasis PRISMA terhadap 29 artikel ilmiah periode 2021–2025.
Hasil menunjukkan bahwa dampak minyak sawit bersifat kontekstual: konsumsi moderat, terutama minyak sawit merah yang kaya senyawa bioaktif, cenderung netral atau bahkan bermanfaat terhadap profil lipid dan inflamasi. Sebaliknya, konsumsi berlebih dan penggunaan minyak sawit olahan dikaitkan dengan peningkatan LDL dan respons pro-inflamasi. Implikasinya, kebijakan gizi perlu menekankan moderasi, jenis pengolahan, serta konteks pola makan untuk mendukung kesehatan kardiovaskular secara berkelanjutan.