Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian terhadap ekonomi sirkular dan peran teknologi digital, khususnya blockchain, dalam meningkatkan keberlanjutan rantai pasok kelapa sawit yang kompleks. Studi ini bertujuan mengidentifikasi secara sistematis peluang dan hambatan penerapan blockchain dalam mendukung praktik ekonomi sirkular. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review terhadap 29 artikel ilmiah terkini dengan analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa blockchain berpotensi meningkatkan transparansi, ketertelusuran, dan efisiensi sumber daya, namun implementasinya terkendala oleh kesiapan infrastruktur, biaya tinggi, ketidakpastian regulasi, serta kapasitas pemangku kepentingan. Implikasinya, penerapan blockchain memerlukan dukungan tata kelola, investasi digital, dan kolaborasi multi-aktor agar dapat berkontribusi efektif terhadap keberlanjutan sektor sawit.