Jurnal ini meninjau ulang posisi perkebunan sawit dalam isu iklim, dari yang sering dipandang sebagai sumber emisi menjadi berpotensi sebagai penyerap karbon melalui pendekatan Climate-Smart Agriculture (CSA). Dengan metode telaah literatur kualitatif atas studi sejak 2020, kajian ini mensintesis bukti tentang jalur emisi sawit, potensi serapan karbon, dan praktik budidaya cerdas iklim. Temuan utama menunjukkan bahwa status sawit sebagai sumber atau penyerap karbon tidak bersifat mutlak, tetapi bergantung pada riwayat penggunaan lahan, jenis tanah, tata air, dan intensitas pengelolaan. Praktik seperti tanpa bakar, pemupukan presisi, pengelolaan air, daur ulang residu organik, serta penangkapan biogas POME dapat menekan emisi sekaligus menjaga produktivitas. Studi ini menegaskan pentingnya koherensi kebijakan, inklusi petani kecil, dan integrasi ISPO/RSPO/EUDR agar sawit berkontribusi pada mitigasi iklim dan keberlanjutan.