Artikel ini mengkaji pentingnya kemitraan sinergis antara korporasi dan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan pekebun kelapa sawit secara lebih adil di Indonesia, dengan pembanding Malaysia. Latar belakangnya adalah ketimpangan akses petani kecil terhadap pasar, sertifikasi, dan sumber daya, yang berpotensi memperlebar kesenjangan dalam rantai pasok berkelanjutan. Penelitian bertujuan menjelaskan bagaimana kolaborasi institusional dapat mendorong kesejahteraan yang inklusif. Metode yang digunakan berupa tinjauan literatur kualitatif terhadap publikasi ilmiah periode 2020–2026 dengan pendekatan sintesis tematik. Hasil menunjukkan bahwa kemitraan mampu meningkatkan akses pasar, kapasitas produksi, dan posisi tawar petani, terutama melalui mekanisme berbagi biaya, penguatan kelembagaan, dan tata kelola transparan. Namun, manfaatnya bergantung pada desain kemitraan dan kondisi awal petani. Implikasinya, kebijakan perlu mendorong penguatan koperasi, insentif inklusi, serta tata kelola yang adil agar transformasi keberlanjutan tidak memperdalam ketimpangan.