Artikel ini mengkaji peran kemahiran bahasa Inggris sebagai pendorong keselamatan kerja, sertifikasi, dan transformasi digital di industri kelapa sawit. Latar belakangnya adalah meningkatnya tuntutan global terhadap standar keberlanjutan, kepatuhan regulasi, dan adopsi teknologi, yang sebagian besar menggunakan bahasa Inggris. Studi ini menggunakan metode Systematic Literature Review berbasis PRISMA terhadap 34 artikel ilmiah periode 2023–2025. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan bahasa Inggris menurunkan miskomunikasi dan insiden kerja, mempercepat proses audit serta sertifikasi seperti RSPO/ISPO, dan meningkatkan keberhasilan integrasi teknologi digital. Implikasinya, pelatihan bahasa Inggris perlu diposisikan sebagai infrastruktur operasional untuk memperkuat daya saing dan tata kelola industri sawit