Artikel ini membahas maraknya klaim keberlanjutan perusahaan di negara maju yang memicu perdebatan antara praktik green branding yang autentik dan greenwashing yang menyesatkan. Penelitian bertujuan mengkaji strategi komunikasi keberlanjutan korporasi, membedakan praktik yang kredibel dan manipulatif, serta menilai efektivitas regulasi. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur kualitatif atas publikasi ilmiah terkini di berbagai negara maju dengan pendekatan sintesis tematik. Hasil menunjukkan bahwa greenwashing berkembang dari klaim sederhana menjadi strategi komunikasi kompleks, termasuk janji masa depan seperti net-zero, sementara regulasi seperti di Uni Eropa mulai memperketat pengawasan meski implementasinya masih menantang. Temuan juga menunjukkan meningkatnya skeptisisme konsumen dan risiko reputasi bagi perusahaan. Implikasinya, diperlukan tata kelola yang lebih kuat, transparansi, serta verifikasi independen agar komunikasi keberlanjutan mendukung akuntabilitas dan transisi ekonomi hijau yang kredibel.