Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan terapi kanker yang lebih efektif dan minim efek samping, serta potensi senyawa bioaktif kelapa sawit dalam mendukung imunoterapi. Studi ini bertujuan meninjau secara sistematis bagaimana komponen sawit—seperti tokotrienol, karotenoid, dan asam lemak—mempengaruhi jalur immune checkpoint dalam terapi kanker. Metode yang digunakan adalah systematic literature review berbasis PRISMA terhadap 33 artikel ilmiah periode 2022–2025.
Hasil menunjukkan bahwa komponen bioaktif sawit mampu memodulasi protein kunci seperti PD-1/PD-L1 dan CTLA-4, meningkatkan respons imun terhadap tumor serta efektivitas terapi imun. Selain itu, senyawa ini memiliki profil keamanan yang relatif baik dengan efek samping minimal. Implikasinya, bioaktif sawit berpotensi menjadi terapi pendamping dalam imunoterapi kanker, meskipun masih diperlukan uji klinis skala besar untuk validasi lebih lanjut.