Transformasi digital kesehatan, khususnya telemedicine, berkembang pesat namun menghadapi tantangan adopsi yang kompleks dan tidak merata. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hambatan utama serta strategi integrasi dalam penerapan health informatics guna mendukung adopsi yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berbasis protokol PRISMA terhadap 43 artikel ilmiah terpilih periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan lima kelompok hambatan utama, yaitu keterbatasan teknis dan infrastruktur, resistensi pengguna, kendala organisasi dan finansial, serta tantangan kebijakan dan regulasi. Temuan juga menegaskan bahwa hambatan tersebut saling terkait dan memperkuat satu sama lain. Adopsi yang efektif memerlukan pendekatan terpadu melalui investasi infrastruktur, peningkatan kapasitas SDM, insentif finansial, dan kerangka regulasi yang jelas. Studi ini menekankan pentingnya sinergi lintas pemangku kepentingan dalam mendorong tata kelola kesehatan digital yang inklusif dan berkelanjutan.