Stres oksidatif berperan dalam perkembangan berbagai penyakit kronis, sehingga senyawa bioaktif alami semakin diteliti sebagai pendukung pertahanan sel. Studi ini menilai potensi antioksidan senyawa fenolik minyak sawit melalui tinjauan sistematis terhadap 32 artikel terbitan 2019–2026 dari Scopus dan PubMed. Hasilnya menunjukkan bahwa fenolik sawit dapat menangkap radikal bebas, meningkatkan enzim antioksidan, menjaga keseimbangan redoks, menekan jalur inflamasi NF-κB dan MAPK, serta melindungi mitokondria. Efek tersebut ditemukan pada model penyakit metabolik, kardiovaskular, neurodegeneratif, dan kanker. Temuan ini mendukung riset pangan fungsional dan biomedis, tetapi masih memerlukan standardisasi ekstrak, kajian bioavailabilitas, dan uji klinis manusia.