Jurnal ini membahas meningkatnya popularitas probiotik seiring kesadaran terhadap kesehatan usus, namun diiringi kesenjangan antara persepsi publik dan bukti ilmiah. Penelitian bertujuan mengkaji perbedaan tersebut melalui literature review kualitatif terhadap publikasi ilmiah 2015–2025. Hasil menunjukkan bahwa manfaat probiotik bersifat spesifik tergantung strain, dosis, dan kondisi individu, sementara publik cenderung menganggapnya sebagai solusi universal. Faktor seperti pemasaran komersial, lemahnya regulasi, dan rendahnya literasi kesehatan memperkuat miskonsepsi. Implikasinya, diperlukan penguatan regulasi, edukasi tenaga kesehatan, serta komunikasi publik berbasis bukti agar penggunaan probiotik lebih tepat dan bertanggung jawab.