Jurnal ini membahas meningkatnya perhatian terhadap sarkopenia sebagai faktor kerentanan biologis pada pasien bedah, di tengah tingginya variasi hasil pascaoperasi. Penelitian bertujuan mensintesis bukti terkait metode penilaian sarkopenia dan efektivitas intervensi nutrisi perioperatif terhadap morbiditas serta kelangsungan hidup. Metode yang digunakan adalah systematic literature review berbasis PRISMA terhadap 38 studi terkini. Hasil menunjukkan bahwa sarkopenia praoperatif secara konsisten berkaitan dengan peningkatan komplikasi, lama rawat, dan penurunan survival jangka panjang. Intervensi nutrisi—terutama berbasis protein dan imunonutrisi—dapat mengurangi risiko komplikasi dan membantu pemulihan, meski belum sepenuhnya menghilangkan dampak negatif sarkopenia. Secara kebijakan, integrasi skrining sarkopenia dan optimalisasi nutrisi dalam tata kelola perioperatif penting untuk meningkatkan kualitas layanan bedah dan ketahanan sistem kesehatan.