Penelitian ini menelaah perdebatan ilmiah mengenai dampak konsumsi lemak jenuh dari minyak sawit terhadap risiko penyakit kardiovaskular. Tujuan studi adalah mensintesis bukti empiris terbaru tentang pengaruh minyak sawit terhadap biomarker kardiovaskular seperti LDL-C, HDL-C, trigliserida, dan indikator inflamasi. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis protokol PRISMA terhadap 34 artikel ilmiah terindeks ScienceDirect yang terbit pada periode 2021–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi minyak sawit cenderung meningkatkan LDL-C dibandingkan minyak tak jenuh, tetapi efeknya lebih rendah dibandingkan lemak hewani atau lemak trans. HDL-C umumnya tetap stabil atau sedikit meningkat, sementara respons trigliserida dan inflamasi bersifat bervariasi tergantung konteks diet, metode pengolahan minyak, dan karakteristik populasi. Temuan ini menunjukkan bahwa dampak kesehatan minyak sawit bersifat kontekstual, sehingga kebijakan gizi perlu mempertimbangkan pola makan, faktor sosial-ekonomi, serta keseimbangan antara kepentingan kesehatan publik dan ekonomi di negara produsen.