Artikel ini membahas tekanan terhadap industri kelapa sawit untuk menyeimbangkan produktivitas ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial. Penelitian bertujuan menganalisis peran kerangka Triple Bottom Line (Profit, People, Planet) dalam mendorong transformasi kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur kualitatif terhadap 85 publikasi ilmiah dan laporan periode 2020–2025. Hasil menunjukkan bahwa praktik berkelanjutan meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani kecil, memperbaiki kondisi sosial seperti hak tenaga kerja dan kesetaraan gender, serta mendukung konservasi melalui perlindungan hutan dan inovasi ekonomi sirkular. Namun, manfaatnya tidak merata akibat hambatan seperti biaya sertifikasi dan ketimpangan akses. Implikasinya, integrasi kebijakan, model bisnis inklusif, dan tata kelola multipihak menjadi kunci untuk mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan dan berkeadilan.